 Ketebalan asap berkurang drastis
sepanjang Jumat (30/10), masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya
pajanan kabut asap bagi kesehatan. Berdasarkan pendataan sementara
Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, dari sekitar 50 persen sekolah dasar
yang telah didata, 9.000 siswa terindikasi gejala infeksi saluran
pernafasan akut (ISPA). Sementara itu seiring turunnya hujan, Dinas
Kesehatan Sumbar juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai
berkembangnya demam berdarah (DBD).
Kepala DKK Padang, Eka Lusti mengatakan,
kualitas udara cenderung membaik setelah Kota Padang sering diguyur
hujan dua hari belakangan. Namun, warga tidak boleh memandangnya
sebagai peluang untuk mengurangi kewaspadaan, serta harus terus
menjaga kondisi kesehatan.
“Hujan sudah mulai turun, sehingga ketebalan asap mulai berkurang.
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) juga menunjukkan angka yang
sedang dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Tapi, bukan berarti asap
sama sekali menghilang, kewaspadaan harus tetap dilakukan, jangan
dilonggarkan,” ucapnya.
Pada Senin (30/10) lalu, Dinas Kesehatan Kota Padang telah melakukan
rangkaian penyuluhan waspada asap ke rumah-rumah, menggunakan 23 unit
puskesmas keliling (Puskel) milik DKK Padang. Selain itu, dokter-dokter
di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga diturunkan ke
sekolah-sekolah untuk melakukan pendataan dan penyuluhan ISPA.
“Sebelum pendataan, pada Jumat sampai Minggu anak sekolah libur.
Kami mendata ke sekolah pada hari Seninnya, dan hasil sementara
pendataan menunjukkan lebih kurang 9.000 siswa sekolah dasar terkena
gejala ISPA. Tapi bukan satu hal yang mengkhawatirkan, karena hanya
gejala ringan seperti batuk kering dan flu,” jelasnya lagi.
Atas hasil pendataan sementara itu, Eka Lusti mengimbau warga Kota
Padang untuk tidak membiarkan anak-anak berkeliaran di luar rumah.
Terlebih, sebagian orangtua masih tidak memperdulikan pentingnya
melengkapi anak dengan masker saat kondisi udara diliputi kabut asap.
“Pendataan yang kami lakukan itu setelah libur. Artinya, saat libur
banyak anak yang keluar rumah sehingga terkena gejala ISPA ringan. Untuk
itu, kami imbau orangtua agar mengawasi anak-anak mereka. Jika keluar
rumah, gunakan masker. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih serta
buah-buahan,” tukasnya.
Hujan, Waspadai Demam Berdarah
Berdasarkan informasi kualitas udara di GAW Kototabang pada pukul
08.00 WIB, Jumat (30/10), pertamakali selama dua pekan belakangan Indeks
Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada angka PM10 : 77 ug/m3.
Artinya, kualitas udara berada dalam kondisi sedang, dan sama sekali
tidak membahayakan.
Meskipun paparan kabut asap mulai berkurang karena turunnya hujan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar turut mengimbau masyarakat agar tetap
meningkatkan kewaspadaan. Karena selain bahaya kabut asap yang masih
ada, turunnya hujan juga dapat memudahkan berkembangnya penyakit Demam
Berdarah (DBD).
“Hujan sudah mulai turun dan mengurangi asap. Tapi masyarakat harus
menyikapinya dengan tetap waspada dan berperilaku hidup sehat. Selepas
hujan, biasanya momen perkembangan bagi DBD, antisipasi penyakit itu
dengan membudayakan 3M plus (Menutup, Menguras, Mengubur). Selain itu,
banyak-banyak mengkonsumsi sayur dan buah untuk meningkatkan daya
tahan tubuh,” ucap Kepala Dinkes Sumbar Rosnini Savitri melalui Kepala
Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana.
|
No comments:
Post a Comment