Kabut Asap Masih Betah di Padang
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Ketaping, melaporkan Padang, masih diselimuti kabut asap kendati dalam
dua hari terakhir wilayah itu sudah diguyur hujan.
“Hari ini jarak pandang masih 1.500 meter, meski sudah hujan karena
asap kiriman jadi hanya hilang sebentar kemudian kembali lagi,” kata
Analisis Cuaca BMKG Ketaping Jeni Andrean saat dikonfirmasi di Padang,
Kamis.
Menurut dia jika sumber titik api di Sumatera Selatan belum padam
maka asap akan kembali apalagi angin saat ini berembus dari tenggara ke
selatan.
Perkiraan cuaca pada Kamis di Sumbar berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari, kata dia.
Sementara berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Pemantau Atmosfer
Global Bukit Kototabang pada pukul 07.00 WIB indeks partikel dalam udara
mencapai 168 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.
Kepala Seksi Meteorologi Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit
Kototabang, Budi Satria, mengatakan berdasarkan pantauan satelit Terra
dan Aqua pada pukul 06.00 WIB terdeteksi di Jambi tiga titik panas,
Sumatera Selatan 88 titik, dan Lampung dua titik.
![]() |
| Lokasi tepi banda kali BWS V |
“Sedangkan pantauan Satelit NOAA pukul 06.00 WIB terdapat tiga titik
api di Sumatera yaitu Jambi satu titik dan Sumatera Selatan dua titik,”
lanjut dia.
aktivitas belajar mengajar di sekolah di Padang kembali dilakukan. Terhitung mulai Jumat (30/10), seluruh siswa-siswi kembali belajar di sekolah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad mengatakan melihat perkembangan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan parameter pm10 di Padang sudah mulai jauh membaik dibanding hari-hari sebelumnya.
“Melihat kondisi hari ini (Kamis), matahari sudah terlihat di langit. Kabut mulai tipis. ISPU juga sudah tidak seperti sebelumnya. Berdasarkan pengujian Bapadalda Kota Padang angka ISPU berada di level 182 ug/nm3,” kata Sekda, Kamis (29/10).

No comments:
Post a Comment