Sunday, 4 October 2015

Indonesia hanya Jakarta

                                                     Asap milik kita, uang kita milik mereka


Wah,, Jakarta hari ini cerah sekali ya, hal ini berbeda sekali dengan daerah dimana tempat kami berpijak, lihat saja negeri kami di berita .Asap dimana mana, jangan kan untuk melihat, bernafas saja kami susah.Ketika musibah asap ini merajalela banyak pihak yang saling menyalahkan ,karena ini lah ,karena itu lah,salah inilah salah itu lah.Apa mereka mereka yang duduk di atas sana itu tidak memikirkan solusinya, mana kata -  kata masalah asap itu gampang, Sudah hilang di telan bumi kali.

Seandainya saja asap ini berkunjung ke Jakarta, wah pasti sudah ribut orang orang yang disana, mungkin kalian tidak ambil pusing karena kalian tidak merasakannya sendiri , Iya kan??
      Hari ini kalimantan,Palembang Jambi dan Riau dalam kondisi udara terparah dalam sejarah kabut asap di Indonesia, ISPA Jambi hari ini sampai di angka 601,berarti 2 kali lipat dari ambang batas bahaya yg ada di angka 300an. Saya tidak tahu bagaimana cara bisa bertahan,Saya tidak tahu bagaimana cara bayi2 dan anak2,ibu-ibu hamil "bisa bernafas". Sementara kasus ISPA trus brtmbah, Jika tdk ada satu tindakan yg di ambil maka bukan tidak mngkn berita selanjutnya yg kita dengar dari kalimantan, inhil, Palembang,Jambi,Pekanbaru adlh bayi2 yg tidak bernyawa,anak2 yg dlm kondisi kritis. Sayang sungguh sayang informasi ini smpai sekarang belum jadi berita utama media Nasional. 

Media masa pun banyak yang bungkam, ntah berita apa - apa saja yang mereka siarkan.Kami juga heran kenapa pemerintah belum juga memberlakuakan tindakan yang super power, apa karena kurang dana?? padahal kita baru saja melakukan pinjaman dana ke Cina kan.  Mana kata - kata " dananya sudah ada, tinggal kita mau kerja atau tidak"  Atau ADA OKNUM YANG BERLADANG DI ATAS ASAP??

Sungguh aneh negeri ku ini,, uang untuk para elit pemerintah saja mereka berani menggelontorkan dana ratusan triliunan rupiah,,  atau berani ga pemerintah memberikan ultimatum kepada bawahannya kalau asap tidak hilang dalam berapa waktu kedepan, mereka yang berhubungan dengan masalah ini di pecat semuanya.
Presiden kan mempunyai hak dan wewenang salah satunya :
Memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara (Pasal 10). keluarkan saja perintahnya untuk memadamkan api keluarkan status darurat asap.




 dulu begitu banyak kritikan yang menyuarakan kepentingan rakyat spertinya kami ridu saat saat seperti itu.Namun hari ini para kritikus -  kritikus pemerintahan ini saja sudah banyak yang hilang, sepertinya mereka mengkritik kalau ada kepentingan saja, ketika kepentingan mereka terpenuhi mereka hanya menjadi tikus- tiku saja.











 

No comments:

Post a Comment