Sunday, 1 November 2015

Artis Minang Terganjal Peraturan KPU

                Artis Minang Terganjal Peraturan KPU

Gambar Ilustrasi
Se­jumlah pihak yang biasanya kebajiran pemasukan dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah seperti artis Minang, pengusaha adver­taising dan percetakan kali ini hanya bisa pasrah, dan menerima. Karena dengan adanya aturan yang baru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang mem­batasi kampanye pasangan calon (Paslon) dalam sosialisasi ke masyarakat.

Seperti diketahui,  seba­gaimana tertuang dalam Peraturan Komisi Pe­mi­lihan Umum (PKPU) no­mor 7 tahun 2015 tentang kam­panye. Tim kampanye pas­lon hanya di­per­k­e­nan­kan melakukan kam­panye berupa per­te­muan terbatas, pertemuan ta­tap muka atau dialog. Em­pat jenis kam­panye yakni debat publik, pe­nyebaran bahan kam­panye, pe­ma­sangan APK, dan iklan di media massa diatur sepe­nuhnya oleh KPU. 

Dengan terbatasnya ruang gerak bagi tim pe­menangan dan calon untuk berkampanye juga ber­dam­pak pada sejumlah pi­hak, salah satunya artis Minang yang biasa kebanjiran job saat musim kampanye da­tang, sekarang tidak sama sekali. Begitu juga dengan percetakan baik sablon baju maupun baliho hanya diada­kan oleh KPU yang me­makai sistem tender pada sejumlah perusahaan besar.

Salah seorang menajer artis Minang, Elektri Cha­niago mengatakan bahwa pesta demokrasi kali ini berbeda jauh dengan sebe­lumnya. Menurutnya, kalau pemilu sebelumnya sangat terasa kemeriahan dengan banyaknya baliho, spanduk, dan umbul-umbul terpa­sang setiap sudut, namun kali ini hanya terbatas.
“Pemilu sebelumnya artis kami ke­ban­jiran panggilan untuk manggung dari calon kepala daerah, dan hampir setiap hari ada saja jadwal mang­gung kami,” ungkapnya, Jumat (30/10).
Namun sekarang, ia me­ngaku hanya bisa menerima karena memang sudah men­jadi peraturan dari KPU RI dan merata di seluruh In­donesia.

Hal senada juga dika­takan oleh Manajer Artis Minang Budi Pernandes (Bupe), memang terjadi banyak perbedaan pada pemilu kali ini diban­ding­kan dengan pemilu sebe­lum­nya. Tidak hanya pen­dapatan artis saja yang ber­kurang, tapi juga beberapa pihak lain yang sebelumnya terlibat dalam pemilu.

Sementara itu, salah satu pengusaha advertising atau percetakan Digital Printing milik Mira yang berada di Pasar Pagi Ulak Karang Padang, mengatakan hingga saat ini masih sepi orderan dari paslon dan tim peme­nangan untuk membuat spanduk, baliho, dan um­bul-umbul.

Saturday, 31 October 2015

Asap Mulai Hilang, DBD Kembali Mengintai

              Asap Mulai Hilang, DBD Kembali Mengintai

Kete­balan asap berkurang drastis sepanjang Jumat (30/10), masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya pajanan kabut asap bagi kesehatan. Berdasarkan pendataan se­men­tara Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, dari sekitar 50 persen sekolah dasar yang telah didata, 9.000 siswa terindikasi geja­la infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Sementara itu seiring turunnya hujan, Di­nas Kesehatan Sumbar juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai berkem­bangnya demam berdarah (DBD).
Kepala DKK Padang, Eka Lusti mengatakan, kualitas udara cenderung membaik setelah Kota Padang sering diguyur hujan dua hari belakangan. Namun, warga tidak boleh meman­dang­nya sebagai peluang untuk me­ngu­rangi kewaspadaan, serta ha­rus terus menjaga kondisi kesehatan. 

“Hujan sudah mulai turun, sehingga ketebalan asap mulai berkurang. Indeks Standar Pen­cemaran Udara (ISPU) juga menunjukkan angka yang sedang dan tidak berbahaya bagi kese­hatan. Tapi, bukan berarti asap sama sekali menghilang, kewas­padaan harus tetap dilakukan, jangan dilonggarkan,” ucapnya.

Pada Senin (30/10) lalu, Dinas Kesehatan Kota Padang telah melakukan rangkaian penyu­luhan waspada asap ke rumah-rumah, menggunakan 23 unit puskesmas keliling (Puskel) milik DKK Padang. Selain itu, dokter-dokter di Pusat Kese­hatan Masyarakat (Puskesmas) juga diturunkan ke sekolah-sekolah untuk melakukan penda­taan dan penyuluhan ISPA.

“Sebelum pendataan, pada Jumat sampai Minggu anak seko­lah libur. Kami mendata ke sekolah pada hari Seninnya, dan hasil sementara pendataan me­nun­jukkan lebih kurang 9.000 siswa sekolah dasar terkena gejala ISPA. Tapi bukan satu hal yang mengkhawatirkan, karena hanya gejala ringan seperti batuk kering dan flu,” jelasnya lagi.

Atas hasil pendataan semen­tara itu, Eka Lusti mengimbau warga Kota Padang untuk tidak membiarkan anak-anak berke­liaran di luar rumah. Terlebih, sebagian orangtua masih tidak memperdulikan pentingnya me­leng­kapi anak dengan masker saat kondisi udara diliputi kabut asap.
“Pendataan yang kami laku­kan itu setelah libur. Artinya, saat libur banyak anak yang keluar rumah sehingga terkena gejala ISPA ringan. Untuk itu, kami imbau orangtua agar mengawasi anak-anak mereka. Jika keluar rumah, gunakan masker. Selain itu, perbanyak konsumsi air putih serta buah-buahan,” tukasnya.

Hujan, Waspadai Demam Berdarah
Berdasarkan informasi kua­litas udara di GAW Kototabang pada pukul 08.00 WIB, Jumat (30/10), pertamakali selama dua pekan belakangan Indeks Stan­dar Pencemaran Udara (ISPU) berada pada angka PM10 : 77 ug/m3. Artinya, kualitas udara bera­da dalam kondisi sedang, dan sama sekali tidak membahaya­kan.

Meskipun paparan kabut asap mulai berkurang karena turunnya hujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar turut me­ngim­bau masyarakat agar tetap me­ningkatkan kewaspadaan. Karena selain bahaya kabut asap yang masih ada, turunnya hujan juga dapat memudahkan berkem­bang­nya penyakit Demam Ber­darah (DBD).

“Hujan sudah mulai turun dan mengurangi asap. Tapi mas­yarakat harus menyikapinya dengan tetap waspada dan ber­perilaku hidup sehat. Selepas hujan, biasanya momen perkem­bangan bagi DBD, antisipasi penyakit itu dengan membu­dayakan 3M plus (Menutup, Menguras, Mengubur). Selain itu, banyak-banyak meng­kon­sumsi sayur dan buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ucap Kepala Dinkes Sumbar Ro­snini Savitri melalui Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Bencana.

Friday, 30 October 2015

Warga Pasa Gadang Protes Pembangunan Krematorium

       Warga Pasa Gadang Protes Pembangunan Krematorium

Gambar Ilustrasi
Sekumpulan Warga RT 02/RW 03 Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan memprotes berdirinya rumah pembakaran mayat (krematorium) yang berdiri tidak jauh dari salah satu masjid di kawasan tersebut di kawasan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, pada Kamis (29/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
 Terlihat puluhan warga berkumpul di depan salah satu masjid di kawasan tersebut membentangkan spanduk pelarangan izin krematorium. Aksi mereka tersebut mengundang perhatian pengendara lalu lintas yang mengendarai jalan tersebut dan sempat menimbulkan sedikit kemacetan.
“Warga RT 02/RW 03 Kelurahan Pasa Gadang meminta agar krematorium ditutup. Namun lurah meminta spanduk yang kami bentangkan diturunkan, dengan alasan tidak berizin,” kata Ketua RT 02/RW 03 Kelurahan Pasa Gadang, Rudi Darwis (43) kepada para awak media. Menurutnya, warga komplain karena dalam proses pendirian dan penggunaan krematorium tersebut tidak dirundingkan dengan masyarakat sekitar.
“Hal ini tentu mengganggu psikologis masyarakat yang beribadah di masjid, karena krematorium tersebut tidak berjauhan dengan masjid,” ungkapnya.
Sementara itu, Anton (41), salah satu warga di Pasa Gadang mengatakan, masyarakat sudah mengirimkan surat protes izin dari krematorium tersebut kepada Camat Padang Selatan dengan tembusan kepada Walikota Padang.
“Pemerintah seharusnya mendengar aspirasi warga di sekitaran krematorium tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pelarangan pembentangan spanduk berupa larangan pendirian krematorium tersebut, Lurah Pasa Gadang Yusmiati M membantah telah melarang dan menurunkan spanduk yang dibentangkan warga di kawasan ‘pecinan’ tersebut.
“Krematorium tersebut bukan lagi berada di kawasan Pasa Gadang, tetapi sudah masuk Kelurahan Batang Arau. Saya meminta kepada RT setempat agar spanduk diturunkan agar tidak memancing keributan. Sebagai catatan, warga Kelurahan Pasa Gadang yang berada di sekitaran krematorium tersebut hanya terdiri dari 25 kepala keluarga,” jelasnya.
Yusmiarti juga mengklarifikasi terkait rencananya hendak menurunkan spanduk yang dibentangkan warga tersebut. Menurutnya, ia memang meminta warga untuk tidak membentangkan spanduk tersebut, tapi kenyataan­nya spanduk masih juga dibentangkan. “Saya berencana mengundang RT dan warga di sekitar krematorium yang masuk dalam Kelurahan Pasa Gadang untuk rapat pada siang ini, Kamis (29/10) pukul 14.00 WIB. Namun, warga salah menanggapi , mengira saya akan menurun­kan spanduk tersebut,” pungkasnya.

Wednesday, 28 October 2015

Kabut Asap Masih Betah di Padang

Kabut Asap Masih Betah di Padang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ketaping, melaporkan  Padang, masih diselimuti kabut asap kendati dalam dua hari terakhir wilayah itu sudah diguyur hujan.
“Hari ini jarak pandang masih 1.500 meter, meski sudah hujan karena asap kiriman jadi hanya hilang sebentar kemudian kembali lagi,” kata Analisis Cuaca BMKG Ketaping Jeni Andrean saat dikonfirmasi di Padang, Kamis.

Menurut dia jika sumber titik api di Sumatera Selatan belum padam maka asap akan kembali apalagi angin saat ini berembus dari tenggara ke selatan.
Perkiraan cuaca pada Kamis di Sumbar berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore dan malam hari, kata dia.

Sementara berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang pada pukul 07.00 WIB indeks partikel dalam udara mencapai 168 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.

Kepala Seksi Meteorologi Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang, Budi Satria, mengatakan berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB terdeteksi di Jambi tiga titik panas, Sumatera Selatan 88 titik, dan Lampung dua titik.

Lokasi tepi banda kali BWS V
“Sedangkan pantauan Satelit NOAA pukul 06.00 WIB terdapat tiga titik api di Sumatera yaitu Jambi satu titik dan Sumatera Selatan dua titik,” lanjut dia.

aktivitas belajar mengajar di sekolah di Padang kembali dilakukan. Terhitung mulai Jumat (30/10), seluruh siswa-siswi kembali belajar di sekolah masing-masing.
Sekretaris Daerah Kota Padang Nasir Ahmad mengatakan melihat perkembangan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan parameter pm10 di Padang sudah mulai jauh membaik dibanding hari-hari sebelumnya.
“Melihat kondisi hari ini (Kamis), matahari sudah terlihat di langit. Kabut mulai tipis. ISPU juga sudah tidak seperti sebelumnya. Berdasarkan pengujian Bapadalda Kota Padang angka ISPU berada di level 182 ug/nm3,” kata Sekda, Kamis (29/10).


Tuesday, 27 October 2015

Subkontraktor Segel Asrama Haji Tabing

                    Subkontraktor Segel Asrama Haji Tabing

 
 Subkontraktor pekerja pem­bangunan proyek asrama haji menyegel pintu masuk asrama haji selama beberapa jam, dan menuntut Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar untuk memba­yarkan hak mereka terkait pengerjaan pembangunan asrama haji Tabing yang telah tertunda hampir setahun, Senin (26/10). 

“Kami meminta pembayaran atas hak kami sebagai pelaksana pembangunan dibayarkan secepatnya, kami sudah hampir setahun menunggu kejelasan dan belum ada kepastian hingga saat ini,” ungkap Indra, sub­kontraktor proyek asrama haji tersebut. 

Jika dalam waktu sepekan ke depan masih belum ada kejelasan tentang pemba­yaran, lanjutnya, pihaknya akan melakukan lagi tindakan serupa. Pihaknya menilai, yang dituntut adalah hak mereka sebagai pelak­sana pembangunan, dan telah menunggu pembayaran hampir setahun.

“Sekitar satu miliar tuntutan kami. Itu bukan jumlah uang yang sedikit. Kami menuntut segera dibayarkan karena di dalamnya ada hak upah para pekerja dan tukang yang belum kami bayarkan,” tambahnya lagi.
Penye­lenggaraan Haji dan Umrah (PHU)  Kemenag Wilayah Sum­bar, Syamsuir menjelaskan, tu­juan subkontraktor mendatangi asrama haji adalah memper­tanyakan kejelasan pembayaran penyelesaian pembangunan da­lam asrama haji yang tendernya dimenangi oleh kontraktor yang diputus kontraknya. Sebab dalam kontrak awal pihaknya sudah mencapai kesepakatan penye­lesaian pekerjaan pada Desember 2014, tetapi tidak dapat disele­saikan oleh pihak kontraktor pemenang.

“Perusahaan kontraktor pe­me­nang tender meminta pe­ngerjaan pembangunan diper­pan­jang sampai 50 hari. Kami setujui, namun hingga Februari 2015 pengerjaan belum juga selesai. Sehingga kontraknya kami putus, namun pekerjaan tetap dilan­jutkan oleh subkon­traktor yang ditunjuk oleh perusa­haan kon­traktor pemenang tender.

Syamsuir melanjutkan, pro­yek pembangunan yang dikerja­kan masuk ke dalam anggaran 2014 dan dijadwalkan selesai pada tahun yang sama. Sedangkan penger­jaannya terundur hingga 2015. Hal itu yang menyebabkan pemba­yaran setelah pemutusan kontrak (Februari 2015,red) belum dapat dihitung, karena perhitungan harus disahkan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keua­ngan) Provinsi Sumatera Barat dan masuk ke dalam anggaran 2015.

“Urusan kami sebenarnya, dengan kontraktor pemenang tender yang gagal menyelesaikan pekerjaan. Sedangkan pihak subkontraktor ini mendapat lanjutan proyek dari kontraktor yang kami putus kontraknya itu. Namun karena ini asrama haji, maka subkontraktor menuntut kepada Kemenag Sumbar,” im­buhnya lagi.

Berdasarkan gambaran se­men­tara dari BPK, tambah Syam­suir, hanya 71 persen dari total angka yang mesti dibayarkan. Ia berharap, semoga dalam waktu dekat pembayaran dapat segera dilakukan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, terutama pihak subkontraktor.
Dari pantauan Haluan di la­pangan, meski sempat disegel, asrama haji kembali dibuka setelah dilakukan musyawarah mene­mukan kata seiya antara sub­kon­traktor dengan perwa­kilan Ke­menag Sumbar. 

Pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi Segera Dilaksanakan

Pembangunan Jalan Tol Padang-Bukittinggi Segera Dilaksanakan

PADANG – Menteri BUMN, Rini Soemarno memastikan pembangunan tol Padang-Bukittinggi sepanjang lebih kurang 90 kilometer segera dilaksana­kan. Menindaklanjuti rencana pembangunan tersebut, Rini juga meninjau ruas jalan tersebut.
“Insya Allah kita akan bangun tol Padang-Bukittinggi. Saya sudah bicara dengan Dirut PT Semen Padang dan Dirut PT Hutama Karya,” kata Rini Soemarno ketika berkunjung ke PT Semen Padang, di Indarung, Selasa (27/10).
Rini berada di Semen Padang dalam kunjungan dua hari ke  Sumbar, sejak Senin (26/10). Dalam kunjungannya itu, Rini Soemarno men­gunjungi  Bukittinggi dan bermalam di sana.
Di sana, Rini Soemarno meninjau rencana pembangunan tol, Selasa pagi. Pada siangnya, Rini meninjau Pelindo II di Padang dan selanjutnya PT Semen Padang. (yose)
 








Ini merupakan salah satu bagian proyek raksasa yang akan dilaksanakan di Sumatera Barat Rancangan pembangunan sumatera barat yang telah dilaksanakan dan akan direalisasikan di publish oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno.  Beberapa infastruktur ada yang telah diselesaikan dan sebagian besar akan dimulai pembangunan pada tahun 2015. semoga apa yang telah di rencanakan untuk pembangunan dapat direalisasikan tanpa ada halangan.

Sunday, 25 October 2015

Yang korban asap perlu baca,,,,

Jenis-jenis Masker Penutup Mulut

Masker Biasa

Masker biasa atau yang dikenal dengan nama masker bedah (surgical Mask) yang sudah umum digunakan masyarakat umum , biasanya memiliki bagian luar berwarna hijau muda dan bagian dalamnya berwarna putih serta memiliki tali/karet untuk memudahkan terpasang ke bagian belakang kepala atau telinga.
Disebut masker bedah (surgical mask)  karena biasanya dipergunakan oleh tenaga kesehatan ketika melakukan tindakan operasi dan efektif  sebagai penghalang  cairan dari mulut  dan hidung sehingga tidak menkontaminasi sekeliling.
Tetapi perlu diingat, masker ini tidak didesain  untuk menyaring partikel  dan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil, termasuk virus influenza dan bakteri turbekulosis. Oleh karena itu orang yang sehat tidak disarankan untuk menggunakan masker jenis ini dan cukup hanya orang yang sakit saja.
Seperti yang pernah disampaikan oleh dr. Dedi Suryatno, kepala Poliklinik DOTS RS. Hasan Sadikin Bandung, masker bedah efektif digunakan  oleh pasien karena dapat menyaring percikan air liur atau dahak yang dikeluarkankan oleh pasien. Beda halnya bila orang sehat yang memakai masker tersebut. Mikroorganisme yang berukuran sangat kecil dan melayang-layang diudara dapat terjebak di  di dalam pori-pori masker tersebut. Bila mikroorganisme tersebut berakumulasi , dapat terhirup dan pada akhirnya masuk ke dalam saluran pernafasan.

Masker respirator N95

Masker jenis ini merupakan alternatif  bagi orang sehat untuk berinteraksi dengan orang sakit. M<asker ini diesbut N95 karena dapat menyaring hingga 95 % dari keseluruhan partikel yang berada di udara.  Bentuknya biasanya  setengah bulat dan berwarna putih, terbuat dari bahan solid  dan tidak mudah rusak. Pemakaiannya juga harus benar-benar rapat, sehingga tidak ada celah bagi udara luar masuk .
Masker ini biasanya dipergunakan oleh tenaga kesehatan di bagian infeksi dan menular. Masker ini biasanya dipergunakan juga dipergunakan oleh petugas peternakan ketika terjadi wabah flu burung.
Hanya saja masker N95 ini memiliki kekurangan antara lain bagi yang tidak terbiasa  menggunakan, mungkin akan merasa gerah dan sesak sehingga hanya bertahan beberapa jam
saja memakainya. Dan untuk mendapatkan masker ini agak sulit dan relatif mahal harganya.

Masker motor


Masker motor ini melindungi kita dari polusi udara dan tentunya msih banyak kegunaan lainnya, diantaranya adalah:

  1. Masker dapat menyaring debu, debu di udara sangat kotor dan ketika debu itu masuk kedalam sistem pernafasan kita otomatis itu akan mengganggu kesehatan tubuh kita.
  2. Masker dapat melindungi kita dari panas matahari, meskipun masker adalah alat pelindung dengan ukuran yang kecil namun masker ini bisa melindungi wajah kita dari efek buruk sinar matahari.
  3. Masker dapat menyaring gas atau partikel-partikel beracun lain yang bertebaran di udara seperti karbon monoksida,nitrogen dioksida, hidrokarbon, timbal dan karbon dioksida. Semua zat tersebut sangat berbahaya misalnya CO (Karbon monoksida) ,meskipun gas ini tidak berwarna, tidak berbau namun gas ini bersifat racun. Jadi kalau terhirup oleh manusia makan akan mengganggu sistem kerja tubuh kita


Masker  Respirator




Masker  Respirator , mempunyai fungsi yang sangat vital dalam menjaga udara yang masuk ke paru paru kita , banyak perusahaan menggagap remeh hal ini yang mengakibatkan timbulnya penyakit radang pernafasan dan bisa berakibat kematian

pemasangan Filter pada masker haruslah sesuai pada tempatnya / lokasi nya .Masker mempunyai beragam jenis dan type nya sepert:merek 3M :

  1. disposible, masker yang hanya sekali pakai saja .contoh P/N.8210
  2. Reusible, masker yang bisa digunakan kembali contoh.seri 3000/6000/7000
Filter pun demikian mempunyai beragam type dan jenis nya ,ada dalam bentuk bulat dan empat persegi panjang dengan daya pemakain berbeda beda

Filter sangat menentukan penggunaan nya jika penggunaan filter tidak sesuai dilokasi penggunaan nya maka fatal akibat nya

penggunaan filter untuk .debu/chemical/Petrocemical /Oil&gas /painting , masing masing kategori tsb mempunyai sifat dari partikel yang dikandung nya dan harus sesuai filter yang dipakai.




Masker Hilmor

Masker plastik lentur dengan lapisan karbon filter sehingga dapat menangkal debu dan racun untuk tidak terhisap ke pernafasan.